Tips lulus test rekruitmen bumn jamsostek cc: cpns (bagian 2 BPJS Ketenaga kerjaan)
Salam, ditulisan saya sebelumnya saya ada memposting mengenai http://mesz.wordpress.com/2012/08/23/tips-lulus-test-rekruitmen-bumn-jamsostek-cc-cpns/
Nah, berikut kelanjutan bagian duanya. Bagian dua ini lebih menceritakan pengalaman saya selama mengikuti test Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
Kembali saya mengulang, bahwa postingan saya yang pertama itu merupakan hasil copy paste tulisan teman seangkatan saya Ario Bintaro. Aneh juga rasanya bagi saya, ketika saya hanya mengcopy paste tulisan eh ternyata banyak mendapatkan balasan seputar seleksi Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan.
Senang tentunya, akhirnya saya akan mencoba menuliskan pengalaman saya diterima kerja di Jamsostek (selanjutnya kita sebut BPJSTK).
Jujur saja nih, sebelum saya masuk kedalam keluarga besar BPJSTK saya sama sekali tidak mengenal konsep dasar Jamsostek. Lalu kenapa saya melamar? Begini ceritanya...
Akhir catur wulan pertama tahun 2012 saya baru saja resign dari tempat kerja saya yang lama. Satu bulan pertama keadaan masih stabil karena memang saya ada urusan di bulan tersebut, nah memasuki bulan kedua, karena sudah terbiasa bekerja akhirnya mulai merasa jenuh. Kebetulan BPJSTK buka lowongan kerja, karena saya pengangguran, ada perusahaan (dulunya) BUMN buka lowongan kerja maka saya wajib daftar.
Pembukaan BPJSTK ini transparan loh, diumumkan di koran lokal, diumumkan melalui internet juga.
Akhirnya saya beranikan diri untuk mendaftar online (lagi). Kenapa saya katakan mendaftar online (lagi)? Karena di tahun 2010 saya pernah ikutan BPJSTK, ketika masuk tahap ujian online, pada soal test kepribadian yang ujian EPPS saya jawab pilihan pertama semua (ada 2 pilihan) pastinya kepribadian saya kacau.
Waktu tahun 2010 seingat saya ujiannya itu panjang sekali, mulai dari EPPS, berhitung, bahasa inggris, persamaan kata (rasanya masih ada yang lainnya yang membuat bosan karena saya tidak tahu ujian kala itu bisa dipending hingga pukul 00:00 hari berikut) anggapan saya, saya sukses menjawab di berhitung, persamaan kata, maka epps ini gak kan tahu sistem komputer membaca kepribadian kita, jadi saya jawab asal-asalan. Dan pas pengumuman tahap selanjutnya saya GAGAL! Akhirnya menyesal menyepelekan soal online.
Tahun 2011 saya tidak ikut, karena rasanya tidak ada pelaksanaannya di kota saya Pekanbaru.
Tips Yang saya lakukan selama Rangkaian seleksi 2012
Tahap pertama
lebih melihat kepada IPK, asal Universitas, dan pilihan job desk apakah cocok dengan pertanyaan yang mereka ajukan, (seingat saya ada 3 buah pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban, seputar bakat dan kegiatan kita). –tahap ini kesempatan lulus masih besar.
Tahap Kedua
waktu itu saya dapat jadwal pagi jam 9. Langkah yang saya ambil adalah pergi ke warnet yang jaringannya cepat dan saya tahu disana pakai genset jika terjadi mati lampu. Berhubung saya kewarnetnya sendiri saja, dan pada dasarnya saya sudah mengetahui kisi-kisi soal, jadi sebelum test saya buka aplikasi ms. Excell untuk membantu saya dalam perhitungan yang agak sulit. Saran: Boleh saja sih disini kamu minta bantuan kerabat/teman tapi kalau terlalu banyak betul bisa jadi kamu gagal juga, karena waktu itu disetting sudah sedemikian rupa, jadi aneh juga kalau bisa terjawab semua kecuali jenius.
Tahap ketiga
Confirmatory Test, waktu itu confirmatory test nya diadakan di fakultas saya, bayangkan bagaimana malunya saya waktu itu, umur sudah 26 (batas akhir masuk),sudah diwisuda 3 tahun yang lalu, masih saja melamar-melamar kerja yang belum pasti lulus juga. Akhirnya saat test saya sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan sama dosen saya dulu. Habis test langsung kabur pulang tanpa ba-bi-bu. (waktu itu peserta tahapan ini dikota saya sekitar 1500an).
Tahap Empat
Oke, memasuki tahap demi tahap hal yang bikin kamu agak jengkel adalah jam pengumumannya yang lama betul, bayangkan ujian pagi,pengumuman hari itu juga tapi sekitar jam 11 malam, dan besoknya ujian lagi. Wajar sih sebenarnya lama, bayangkan setidaknya panitia mesti meng-cut 2/3 peserta dan pastinya nilai mereka tidak jauh selisihnya. jarak tempat ujian/kampus saya dari rumah saya itu sekitar 45 menit. Aduh mak! malam-malam saya mesti bermotor hanya melihat pengumuman karena berharap di Internet belum pasti. Pas melihat papan pengumuman oalahhh masih ada 500an orang lagi (seingat saya) ditahap 4 ini.
Ditahap 4 ini hal yang saya persiapkan adalah, “pipis” dulu sebelum ujian. Karena ujian tahap 4 ini begitu lama dan menguras tenaga. Oh ya saya waktu itu bawa cemilan juga, jadi kalau saya lapar langsung saya makan saat ujian.
Tahap Lima & Enam
Pada tahap ini bersisa sekitar 230an peserta dan ujiannya tidak di fakultas saya lagi melainkan di hotel. Strategi saya waktu diskusi kelompok, karena saya tidak pandai memimpin maka saya akan menjadi pemberi ide dan berusaha mencari peluang jadi penengah. Selanjutnya wawancara dengan psikolog saya disini lebih banyak sebenarnya menghafal jawaban yang terbaik, jujur kelemahan saya adalah diproses wawancara, makanya saya belajar ekstra pada tahapan ini. Alhamdulillah mungkin sudah nasibnya disini juga, pertanyaan psikolognya sesuai dengan “apa-yang-seharusnya-saya-jawab”.
Sebelum diskusi kelompok dan wawancara psikolog seingat saya ada verifikasi dokumen. (buat kamu yang baru lulus jangan takut kalau belum memiliki ijazah asli, legalisir ijazah juga masih bisa diterima.)
Tahap Tujuh dan Delapan Test Kesehatan dan Wawancara User
Pada tahap ini bersisa seingat saya 67 peserta, nah antara test kesehatan dan user ini diadakan 2 hari, ada yang dapat kesehatan duluan baru besoknya user, kalau saya dapatnya wawancara user duluan barulah besoknya test kesehatan.
Saat wawancara user (mungkin sudah nasib saya juga) yang 3 tahun belakangan (msh fresh graduate) setiap wawancara hampir 90% saya gagal, pas test BPJSTK saya dapat pertanyaan yang “apa-yang-seharusnya-saya-jawab” mengalir dan sesuai dengan apa yang saya rencanakan.
Suasana waktu itu saya dipanggil (seingat saya lagi) yang pertama. Di sebuah hotel berbintang, hehe.
Waktu dipanggil memasuki ruangan, staff BPJSTK mempersilahkan saya masuk ruangan. Staff itu cewek, saya pikir seumuran saya (note:saya melamar BPJS dibatas maksimal umur) bilang gini. “semoga berhasil jangan lupa berdoa ya.” Itu cewek hitam manis dan suaranya menyejukkan (akhirnya barulah saya tahu dia angkatan 2010 dan penempatan riau 1 hohoho), lalu dibukakannya pintu, JADI BENAR-BENAR BERSEMANGAT! BISMILLAH, (NOTE LAGI: sampai saat saya menulis ini peraturan mengenai pernikahan sesama karyawan masih dilarang ya, dan saya lebih memilih masuk BPJSTK daripada menikah dengan karyawannya hahaha).
OOOOMAAAK, pas saya melihat ruangan, itu ruangan besar sekali dan kamu tahu meja pewawancara dimana? Dipaling sudut ruangan. Aduhhhh pastinya mereka menilai cara kita berjalan nih! Aduhh!!! Dan pas lihat pewawancara, loh kok jadi 3 orang (si ibuk psikolog kemarin ada juga) dan dia tersenyum-senyum aja tugasnya selama saya diwawancara 2 orang user. Asli waktu itu nervous sekali, karena sewaktu diwawancara ibuk psikolog ini saya dengan perfect menceritakan keunggulan-keunggulan saya, pas dua orang user tentu mesti gitu juga? Aduhhhhh.
Tapi untunglah saya bisa tenang.
Intisari wawancara yang saya ingat
1.Di cv saya buat pengalaman organisasi, Lalu ditanya bapak itu organisasi kamu bukan yang suka merusuh-merusuh kayak di tv itu kan? (intinya dia senang saya ikut organisasi)
(selama wawancara bapak yang satu bertanya, bapak yang satu lagi memandang kita dengan tajam)
- berhubung saya pilih verifikator (bagian pelayanan dan klaim) maka fokus utama tentang ketelitian dan kejujuran, untunglah background kerja saya sebelumnya saya di posisi yang mengandalkan ketelitian dan kejujuran.
- dikasih kasus mengenai cara menghadapi karyawan yang bad attitude.
- di tanya mengenai loyalitas kerja.
- ditantang siapkah kalau dimutasi jauh-jauh.
- ditanya mengenai kemahiran bahasa inggris
- ditanya mau digaji berapa
Seputaran itu lah, cukup lama saya diwawancara yang jelas kita mesti kasih jawaban yang logis.
Nah berikutnya saya test kesehatan di salah satu klinik. Segalanya ditest, tapi untunglah tidak ada acara “tusbol”, hal menarik dari test kesehatan adalah, waktu test kesehatan nama saya mirip dengan salah satu peserta lain. Cuma beda huruf saja saya menggunakan i yang satunya lagi memakai y, alhasil saat dipanggil untuk rangkaian testnya tanya dulu si A mana? Pelayanan istimewa selanjutnya adalah setelah ambil darah kita dapat nasi kotak hahaha.
Selang 2 minggu keluarlah pengumuman... alhamdulillah saya LULUS untuk ikut diklat di Jakarta.
Dan diketahui akhirnya dari wilayah Pekanbaru yang lulus hingga diklat ada 27 orang.
Demikian... (bagian 3 menyusul ya, cerita pengalaman di YTKI).
Ps:
-Mohon dimaafkan apabila tulisan saya kurang rapi, hehe terburu-buru penulisannya.
-Konsep dasar yang tidak saya tahu di BPJSTK adalah mengenai saldo, saya pikir kartu itu hanya melindungi kita saat kita jadi karyawan, apalagi kalau kita Cuma beberapa bulan kerja lalu berhenti, mana ada saldonya, eh ternyata di BPJSTK saldo kita iuran yang telah dibayarkan akan terus ada, tanpa ada pengurangan malah terus bertambah. Jadi waktu saya cek kartu yang (hampir saya buang aja/sudah diletakkan disudut kamar) 4 bulan kerja ternyata ada duitnya beberapa ratus ribu, asyikkkk!!!
-Bagi kamu yang TERLALU SERING DITOLAK USER, coba terus !!! suatu saat kamu pasti dapat user yang menanyakan hal-hal yang memang kamu “tahu jawaban terbaik”nya.
-Bagi kamu dari universitas negeri apalagi swasta yang bukan TOP universitas di Indonesia, jangan takut melamar, ingat kata salah seorang tokoh pendidikan kita. “IPK tinggi hanya akan mengantarkan kamu sampai tahap wawancara.” Begitu juga dengan universitas bagus, tapi saat wawancara karakter kita yang paling dominan.
Terakhir, boleh sih minder dengan umur, tapi,,, yang namanya kompetisi tetap kompetisi
SEMANGAT!
Komentar
Perkenalkan nama saya Dliyaun Najihah, lagi ikutan seleksi online tgl 26 Maret 2017 besok. Kira2 bisa ikutan minta kisi2 tesnya gak kak? Kan berhubung banyak yang minta dari beberapa komentar diatas itu.
email : dliyaunnajiihah1803@gmail.com
TERIMA KASIH
terimakasih sangat menginspirasi pengalamannya pa…
oh iya mau tanya kan gini ceritanya :
waktu daftar nama lengkap ex: ANNISA XXXX XXXXXX sampai selesai menginput data yang wajib di isi, nama lengkap saya di edit lagi menjadi AN-NISA XXXX XXXXXXX (sesuai ijazah) karena waktu pertama ngisi nama lengkap g bisa pake “STRIP” setelah di edit menjadi AN-NISA XXXX XXXXXXX maka nama saya berubah, tapi setelah saya meng apply lowongan yang saya pilih kenapa nama saya tetap menjadi ANNISA lagi…
yang mau saya tanyakan bila saya lulus tahap 1 dan mengikui comfirmasi test akan ada pengaruhnya ?
mohon info nya pa.